Umpan Pancing | Menggunakan Belut

This entry was posted in Umpan Pancing and tagged , . Bookmark the permalink. Follow any comments here with the RSS feed for this post. Both comments and trackbacks are currently closed.

Oleh Kail Pancing.com

Umpan pancing dengan menggunakan belut mungkin bagi sebagian kita masih asing, namun ada sebagian pemancing yang sudah terbiasa menggunakan belut sebagai umpan pancing. Khususnya untuk umpan mancing di laut.

Pemancing yang menggunakan belut sebagai umpan pancingnya biasanya sudah mengetahui targetnya untuk ikan yang besar-besar. Yup benar, tentu saja rugi dong, Kalau kita menggunakan umpan belut namun mancingnya hanya dapat yang kecil-kecil, sebab harga belut kan mahal. Jadi, sebagian Pancing Mania saja yang berani memakainya.

Di Surabaya ada tempat di daerah Gunung Sari yang biasanya telah menjadi jujukan untuk mendapatkan belut. Rata-rata belut yang digunakan berukuran mulai dari 15 cm -25 cm.

Ada sedikit tambahan pengetahuan bila akan menggunakan belut sebagai umpan pancing. Hal yang perlu diperhatikan adalah cara merawat belut agar tetep segar, dan kemudian adalah memasukkan belut ke kail pancing kita.

Gunakan kotak khusus untuk menyimpan belut agar awet. Bisa dari stereofoam, plastik, atau kotak bambu. Kemudian berilah sedikit ruang di bagian dasar atau di sisinya. Kegunaan sekat itu adalah untuk ditempatkan es batu. Sekatnya bisa menggunakan plastik atau rumput yang tebal. Es batu inilah yang akan mendinginkan belut sehingga dia akan pingsan sementara. Ukurlah jarak yang cukup agar belut tidak berkumpul langsung dengan es batunya.

Nah, nantinya bila belut sudah dikeluarkan di atas kapal maka hangatkan dulu sejenak agar belut tersebut siuman.

Cara menghangatkannya bisa dengan air hangat atau air laut, atau membiarkannya sebentar agar terkena angin.

Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah cara memasang kail pancing anda pada tubuh belut, perhatikan juga bahwa ukuran kail pancing anda haruslah cukup besar.

Pemasangan kail pancing terhadap belut tidak dimulai dari mulutnya, terus masuk ke tubuhnya, seperti halnya kita biasa memakai cacing.

Cara Pemasangannya untuk belut adalah dari mata ke mata yang satunya, Atau dari bagian hidung terus menembus ke bawah dagunya. Dengan cara-cara ini, belut masih tetap bisa hidup untuk beberapa waktu lamanya. Tubuhnya atau bodinya masih juga bisa berdansa/menari yang akan menarik perhatian ikan.

Bila anda memancing di daerah perairan laut Pangandaran, Sumenep, NTT, Papua dan semacamnya, maka tidaklah rugi bila umpan pancing anda menggunakan belut. Sebab pasti yang didapat adalah ikan besar.

Pada beberapa kelas pemancing juga ada yang menggunakan belut untuk campuran mancing ikan mas atau mancing kolam lainnya. Hal ini disebabkan karena tujuan mengambil keamisan aroma belut tersebut untuk menarik ikan. Hmmm… tak ada salahnya kan?

Silent Blue Wordpress Theme Copyright (C) 2009 Cristi Habliuc This program is free software: you can redistribute it and/or modify it under the terms of the GNU General Public License as published by the Free Software Foundation, either version 3 of the License, or (at your option) any later version. This program is distributed in the hope that it will be useful, but WITHOUT ANY WARRANTY; without even the implied warranty of MERCHANTABILITY or FITNESS FOR A PARTICULAR PURPOSE. See the GNU General Public License for more details. You should have received a copy of the GNU General Public License along with this program. If not, see . */ ?>