Mengenal alat GPS

0
on

Seorang nelayan, menggunakan nalurinya untuk memancing di laut. Panduan mereka hanya kompas sederhana dan tanda-tanda alam saja. Lalu para nelayan melihat tanda alam yang ada seperti perubahan air dan ombak untuk menandai adanya karang. Untuk memastikan dasar laut apakah pasir, lumpur atau karang, para nelayan generasi dahulu melakukan cara mengelot dasar laut.

Ngelot yaitu mengikat timah besar yang diikat tali lalu menceburkan timah hingga dasar laut. Setelah sampai di dasar timah diangkat ke atas untuk dianalisa apakah timah tersebut mengenai lumpur, pasir atau karang.

Jika cara nelayan atau pancinger dahulu itu dalam mencari lokasi ikan hanya berdasarkan pengalaman, intuisi, mengamati tanda-tanda alam. Namun sekarang , dalam mencari lokasi ikan dibantu dengan alat elektronik seperti Global Position System (GPS) dan Fish Finder. Kedua alat ini bisa membuat sukses memancing.

Fungsi Dan Cara Memakai Alat GPS

Sesuai dengan fungsinya GPS akan memberikan informasi lokasi tertentu apakah itu lokasi mancing (hot spot), pelabuhan, pulau, rumpon, tandes dan lain-lainnya. Lokasi-lokasi itu dinyatakan sebagai titik koordinat bumi (way point) berupa nilai derajat, menit dan detiknya di garis lintang (latitude/ Lat) dan garis bujur (Longitute/Lon) untuk kemudian disimpan dalam memori GPS.

Fungsi lain yaitu GPS juga bisa memberikan data-data kecepatan kapal absolute (speed over ground), kecepatan kapal sampai tujuan (speed over course), waktu tempuh (time to go), perkiraan waktu tiba (estimated time arrival).melalui GPS kita juga bisa mengetahui penyimpangan arah yang terjadi (cross track error).

Melalui GPS kita bisa terbantu, karena GPS caca-niqueis bisa menunjukkan arah perjalanan ke lokasi koordinat yang telah direkam. Di dalam GPS memberikan data data berupa arah kompas (bearing) dan jarak tempuh yang harus ditempuh (range). Selain itu melalui GPS kita juga memasukan data (ploting) setiap lokasi yang

ingin kita kunjungi secara berurutan, sehingga bila kita hubungkan akan terbentuk suatu rute perjalanan.

Nah setelah Anda bisa menguasai GPS maka dalam bernavigasi dalam mencari lokasi mancing pun akan lebih mudah. Agar anda sukses mancing alat elektronik yang anda harus kuasai lagi adalah fish finder.

Pengertian Fishfinder

Prinsip kerja dari fish finder yaitu gelombang suara berfrekuensi antara 15 kHz sampai 455 kHz dipancarkan tranduser dipantulkan oleh dasar perairan kemudian ditangkap kembali oleh transduser.

Fish finder ialah perangkat elektronik yang bekerja dengan cara memancarkan gelombang ultrasonik dan menangkap kembali pantulannya. Perangkat fish finder yang digunakan untuk memancarkan gelombang dan menangkap gelombang kembali disebut dengan nama tranduser.

Proses gelombang pantulan yang berulang-ulang itu ditangkap tranduser kemudian diterjemahkan dalam monitor dalam bentuk titik-titik sehingga menimbulkan gambar topografi dasar perairan.

Dari hasil pembacaan gambar topografi itulah akhirnya kita bisa membedakan kekerasan dari topografi struktur dasar perairan. Biasanya bila keadaan dasar perairan benda yang keras maka warna di monitor gambarnya lebih pekat. Sebaliknya jika topografi lembek maka gambar di monitor pun tidak pekat.

Jadi bila topograf dasar perairan keras bisa diasumsikan bahwa dasar berupa karang. Demikian juga bila dimonitor fish finder gambarnya tidak pekat warnanya maka sering kita terjemahkan dengan lumpur. Selain itu rata tidaknya topografi dasar perairan bisa di ketahui melalui fish finder. Untuk mengetahui itu semua merupakan penyimpulan titik hasil pembacaan fish finder.

Untuk bisa mengetahui apakah topografi itu berupa karang luas, tandes atau rumpon, tentu saja diperlukan jam terbang yang tinggi. Artinya si pemakai fish finder harus hafal betul gambar-gambar yang ditampilkan oleh monitor fish finder.

Selain topografi dasar perairan, gelombang suara yang dipancarkan oleh transduser terkadang mengenai benda-benda yang melayang dalam air, karena benda tersebut juga memantulkan gelombang. Benda yang melayang itu pun bisa terbaca dalam monitor fish finder.

Benda yang melayang itu bisa saja kumpulan ikan, sampah atau rumput laut. Namun bila di karang-karang atau struktur topografi perairan yang keras biasanya benda yang melayang itu adalah gerombolan ikan.

Baca Tulisan Lain Mengenai : Penggunaan GPS dalam Meletakkan Jangkar Di Laut.

zp8497586rq
Bagikan ke teman-teman Pemancing...

Memancing Di Laut Dengan Alat GPS

2
on

Kriteria Tempat Mencari Ikan Di Laut.

Ada beberapa macam spot untuk mencari ikan – yang merupakan tempat hunian bagi ikan – tapi untuk mudahnya kita akan batasi dalam 2 kategori utama: tandes dan karang.

Karang

Secara global, ada 2 jenis karang : yakni karang terbentuk secara alami, dan karang yang terbentuk secara sengaja oleh bantuan manusia.

Karang yg terbentuk secara alami biasanya berada jauh di kedalaman laut. Disanalah, di sekitar karang itu, merupakan spot favorit ikan kecil untuk berlindung dan mencari makanan. Ikan kecil- kecil ini pada gilirannya akan mengundang ikan yang lebih besar yang akan memangsa ikan kecil itu.

Ikan yg lebih besar akan mengundang ikan yang lebih besar lagi, dan seterusnya. Jadi bisa di perkirakan, ikan predator seperti tenggiri, kerapu dan kawan-kawan  akan mudah di jumpai di sekitaran karang itu.

Karang Nirwana di kepulauan Seribu adalah salah satu contohnya. Di lain pihak, ada juga karang yang bukan merupakan hasil kerja alami. Misalnya saja sebuah pulau kecil yang di ambil pasirnya secara terus menerus, sehingga pada satu saat nanti, pulau itu akan hilang dan berada di bawah permukaan air.

Tandes

Tandes adalah struktur yang lebih keras di dasar laut, jika dibandingkan dengan pasir di sekitarnya. Bayangkan suatu areal yang di dominasi dengan pasir, dan di dekat tempat itu ada batu (karang) yang tertutup dengan pasir. Inilah yang kita kenal dengan tandes.

Besar tandes itu bisa saja hanya sebesar meja makan di rumah kita, atau sebesar lapangan bola. Tapi anggaplah rata-rata besar tandes itu seukuran 10x10m. Untuk ukuran di darat, tentu ini adalah sebuah lokasi yg mudah untuk di temukan, tapi di laut ceritanya bisa lain sama sekali.

Cara mencari tandes

Baru beberapa tahun yang lalu saja, nelayan mencari tandes dengan cara yg amat alami. Dengan bantuan pemberat yg di ikatkan dengan kenur, mereka akan menurunkan pemberat itu sampai ke dasar laut. Pemberat ini akan di angkat dan di turunkan berulang-ulang, sampai mereka menemukan dasar laut yang lebih keras dari pasir sekitarnya.

Dengan bantuan teknologi jaman sekarang, ada satu alat bantu yang bisa menggantikan pekerjaan ini, yang namanya depth sounder atau sebagian orang menyebutnya dengan fish finder.

Berbekal depth sounder ini, kondisi dasar laut bisa kita lihat secara langsung di layar monitor. Apakah kedalaman laut itu rata atau turun naik bisa terlihat dengan jelas di monitor itu, berikut berapa kedalaman laut di spot itu.

Cara mencari karang

Kalau karang itu tadinya adalah pulau seperti di sebut diatas, akan lebih mudah mencarinya, karena beda kedalaman laut di sekitarnya yg memberi efek warna kedalaman laut yg juga berbeda. Dengan kata lain, karang semacam ini bisa dengan mudah terlihat dengan mata karena perbedaan warna laut.

Bagaimana dengan karang alami yang adanya di kedalaman laut sana? Nah, dengan bantuan depth sounder akan amat membantu kita menemukan tonjolan atau lekukan karang di kedalaman sana.

Cara lain yg bisa kita pakai adalah dengan melihat peta khusus laut keluaran Garmin. Dengan berbekal peta ini saja, kita bisa melihat lokasi mana saja yang lebih tinggi dari lokasi sekitarnya dan berpotensi menjadi ‘rumah’ bagi ikan buruan kita.

Tips dan Cara Menggunakan dan Memadukan Alat Bantu GPS Fishfinder  Dengan Depth Sounder

Pemahaman Tentang Depth sounder

Alat ini memancarkan gelombang suara, yang dalam hal ini kita arahkan ke dasar laut dan berdasarkan pantulan gelombang suara yang di terima kembali oleh alat itulah yang dihitung, sehingga bisa kita ketahui berapa meter kedalaman laut di titik itu, apakah dasarnya lunak atau keras dan lainnya.

Mungkin ini adalah info yang menjadi dasar kebutuhan kita untuk mencari suatu spot ikan. Pada peralatan yang makin mahal, infonya juga makin beragam, Misalnya saja layar monitor yang sudah berwarna (bukannya abu lagi), adanya keterangan suhu/temperature dan lainnya.

Bentuk Echo Sounder ini beragam, tapi bentuk dasarnya kira-kira seperti bisa di lihat di sini. Makin mahal alat itu, makin banyak tombol atau alat yang bisa kita atur. Tapi kalau hanya sekedar mencari karang dan tandes, maka alat ini sudah lebih dari cukup.

Ada 2 freqwensi yg biasa di gunakan oleh Depth Sounder ini. Yang satu adalah 50kHz, dan satunya lagi 200kHz. Kalau kita set sounder di 50kHz, maka akan semakin besar area yg di cakup di dasar laut, tapi detailnya kurang tampak. Jadi, untuk mencari lokasi karang atau tandes, kita gunakan yang 200kHz.

Hal lain yg juga mempengaruhi ketajaman detail yang mampu kita lihat, adalah besaran Watt nya. Semakin besar Wattnya, semakin jelas detail yg di hasilkan, dan semakin mahal harganya.

Sekarang, gambar seperti apakah yang kita cari?

Monitor Alat GPS-Depth Sounder

Perhatikan gambar di samping ini. Ini adalah gambar struktur dasar laut yang di lewati oleh kapal yg kita naiki. Membacanya mulai dari bagian kiri monitor.

Pada awalnya, dasar laut berwarna merah, dan menjadi semakin merah padat.. turun ‘kelembah’.. naik ke gundukan kecil, dan baru berubah menjadi merah biasa lagi setelah gundukan tersebut.

Warna merah padat itulah yang kita cari! Itulah yg di sebut dengan tandes. Perhatikan pula, di atas tandes ada beberapa gambar mirip bulan sabit, yang sebenarnya merupakan ikan yan

g kita cari. Makin besar gambarnya, makin besar pula ikannya. Biasanya, ikan2 ini bersifat relatif menetap di tandes tersebut kecuali ada sesuatu yg meng ganggunya atau menghalaunya untuk pindah.

Gambar Di Alat Dept Sounder

Sekarang lihat pula gambar di sebelah ini. Perhatikan gambar yang di tunjuk dengan huruf L. Kemungkinan besar itu adalah gerombolan ikan kecil, kalau bukan merupakan sampah (plastik atau lainnya) yg terbawa arus.

Suatu hal yang harus diingat disini adalah gerombolan ikan itu selalu bergerak, alias tidak berdiam di tempat seperti ikan2 di tandes yang dijelaskan diatas.

Nah, dengan memperhatikan gambar di sebelah ini, jelas terlihat adanya ‘gundukan’ berwarna merah yang amat berbeda dengan dasar laut yg berwarna coklat.

Gambar Ikan Di Alat Bantu GPS-Depth Sounder

Perhatikan juga, betapa banyak ikan yang berkeliaran di sekitaran tandes (atau karang) ini. Inilah yang kita cari, dan merupakan spot amat potensial untuk memancing ikan.

Pemahaman Tentang Global Positioning System (GPS) dan Penggunaannya

Nah, apa guna GPS itu disini?.

Sekarang bayangkan begini: hari ini anda sedang beruntung menemukan tandes atau karang. Hasil anda memancing hari ini amat memuaskan baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Sebulan kemudian, anda ingin mancing kembali di spot ini. Bagaimana cara anda menemukan kembali spot ini di lautan yang luas itu?.

Nah, GPS akan membuat hidup kita lebih mudah, karena GPS bisa menandai (dan menyimpan, tentunya) koordinat ini hanya dengan menekan beberapa tombol saja.

Jadi GPS disini berfungsi sebagai penanda lokasi atau spot mancing yang kita temukan.

Pertanyaan yang sering muncul adalah ‘berapa uang langganan bulanannya?’.

Jawabnya hanya satu: GRATIS. Anda hanya membayar alatnya saja saat membeli, sedangkan info yang di berikan oleh GPS ini semuanya gratis.

Jadi, spot yang anda temukan sekarang bisa dengan mudah anda temukan kembali di masa depan, dengan menandai lokasi spot itu di GPS.

Tambahan Pemahaman Tentang Plontang / Pelampung

Apa sih yg di sebut plontang ? Pada dasarnya plontang itu adalah pelampung. Fungsinya hanya sebagai penanda ‘dimanakah lokasi persisnya spot yg kita temukan tadi?’

Plontang bisa kita bikin sendiri, misalnya saja dengan jeriken air ukuran 10 liter. Plontang ini (disebut ‘induk’ plontang) di ikat dengan tali. Ujung yang satu di ikatkan ke pemberat yang akan turun ke dasar laut, dan ujung satunya lagi di ikat dengan ‘anak plontang’. Ujung yang di hubungkan dengan pemberat di buat sedemikian rupa sehingga tali bisa di atur panjang pendek nya sesuai dengan kedalaman laut di spot tersebut. Sedangkan yang di hubungkan dengan anak plontang cukup 2-3 meter saja.

Ada bagusnya induk dan anak plontang di cat dengan warna yang mencolok sehingga mudah di lihat dari jauh, Misalnya saja induk plontang dengan warna merah dan anak plontang dengan warna kuning. Kalau mau lebih bagus lagi, di masing-masing plontang di berikan bendera, sehingga amat mudah terlihat dari kejauhan.

Memadukan dan Mengerti Cara Kerja Alat GPS, Depth Sounder dan Plontang

Pada saat kita ingin kembali ke tempat kita memancing yang lalu, kita gunakan GPS untuk memandu kita menuju spot tersebut.

Begitu kita sampai ke spot, tidak perlu tepat benar posisi nya – asal radiusnya sekitaran 10m saja, plontang kita lemparkan kelaut. Tentu saja, panjang tali ke dasar laut di sesuaikan dengan kedalaman laut disana. Jangan sampai kedalaman laut 35m, tapi talinya hanya 30m!.

Dari mana kedalaman laut bisa di ketahui? Dari depth sounder!. Perhatikan kembali gambar Depth Sounder yg terakhir diatas. Angka 27.9 di pojok kiri atas adalah kedalaman laut di titik itu. Harap hati2, karena satuan di Sounder bisa di set menjadi Meter atau Feet!.

Ok, tunggu sampai induk plontang dan anak plontang sudah ‘stabil’. Maksudnya, induk dan anak plontang sudah tidak bergerak lagi posisinya karena arus, dan itu juga berarti pemberat tidak larat atau bergeser. Sekarang jalankan kapal di sekitar plontang untuk mengetahui dimana persisnya ‘tohor’ dari karang atau tandes tersebut jikadi bandingkan dengan posisi plontang.

Ini adalah hal yang penting sekali untuk di perhatikan jika spot tersebut berbentuk tandes, karena ikan dasaran (terutama ikan kakap) bersifat amat ‘manja’. Umpan harus jatuh persis di depan mereka, kalau tidak mau acara mancing gagal. Jika spot ini berbentuk karang, hal ini tidak begitu bermasalah, karena ikan2 predator (seperti tenggiri) tidak ‘diam’ saja di depan karang, tapi selalu ‘berpatroli’ di seputaran karang tersebut.

Ok, sekarang perhatikan posisi plontang dan tohor. Anggaplah posisi tohor sebenarnya ada di depan plontang, dengan jarak 5 meter.

Majukan kapal lurus kedepan (kedepan = tarik garis khayal dari anak plontang ke induk plontang). Dengan kata lain, kapal akan bergerak melawan arus.

Setelah jarak yang cukup, sebutlah 150 meter – tergantung berapa kuat nya arus saat itu, baru jangkar di turunkan.

Jika spot ini berbentuk tandes: ulur tali jangkar perlahan-lahan, sampai di perkirakan umpan akan jatuh persis didepan tohor.

Semoga tulisan kecil yang bersumber dari  situs amarylis ini bisa memberikan pengetahuan tambahan bagi anda yang memerlukannya dalam hal cara kerja alat gps laut ini.

Thanks, dan salam hangat.

zp8497586rq
Bagikan ke teman-teman Pemancing...