Menarik Perhatian Ikan Baronang

0
on
Menarik Perhatian Ikan Baronang

Sungguh kekayaan alam di Indonesia terutama dari lautnya sangatlah tidak terhingga. Tidak bisa kita menghitungnya. Apalagi menghitung jumlah ikan baronang di lautan negeri pertiwi ini.

BERAGAM JENIS IKAN BARONANG .

Ikan baronang atau dalam bahasa internasional dikenal dengan nama Rabbit Fish ada beberapa jenis:

  • Siganus Javus or Streaked Spinefoot, or in Indonesian Baronang Angin.

  • Siganus Virgatus or Barehead Spinefoot, or in Indonesian Baronang Ke 2 / Kalung.

  • Siganus Vermiculatus or Vermiculated Spinefoot, or in Indonesian Baronang Batik.

  • Siganus Stellatus or Brown Spotted Spinefoot, or in Indonesian Baronang Lada.

  • Siganus Canaliculatus or White Spotted Spinefoot, or in Indonesian Baronang Susu / Lingkis

  • Siganus Guttatus or Orange Spotted Spinefoot, or in Indonesian Baronang Tompel.

CARA UNTUK MANCING BARONANG

Yang diperlukan dalam memancing ikan Baronang:

  • SKILL . Kemampuan membaca getaran pelampung saat umpan lumut dimakan ikan sangat mempengaruhi hasil pancingannya. Kadang getaran pelampung itu sangat keras sehingga bisa langsung digentak aja jorannya, kadang juga sangat halus hingg kita tidak tahu kalau umpan sudah dimakan ikan.

  • SENAR. Ukuran kenur yang dipakai menyesuaikan dengan target yang akan ditangkap, jika suatu tempat berpotensi banyak baronang besar gunakan line ukuran lebih besar, untuk di Jogja ini menggunakan line 0,40 mm pun masih mau dan bisa, penggunanan panjang senar pada joran tergantung kedalaman air di lokasi mancing,bisa 1/2 joran,2/3 joran,3/4 joran

  • PANCING GARONG. Pada umumnya pemancing baronang menggunakan pancing garong buatan sendiri karena bisa memilih jenis, merk, size, kekuatan bahan mata kail, bisa menggunakan mata kail biasa atau carbon atau udah jadi beli di toko pancing.

  • JORAN. Joran/tegeg yang cocok adalah yang karakternya fast action. Kekuatanya medium-hard (medium carbon,hi carbon,super carbon) panjang yang paling ideal antara 4 – 5.4 meter. Selain joran tegek bisa juga menggunakan joran biasa atau juga handline, biasanya untuk mancing dengan kedalaman air diatas 7 meter, seperti di bagan, dermaga, di atas perahu. Joran dengan kualitas yang baik semoga hasilnya bisa lebih baik

  • MODEL UMPAN. Bisa memakai lumut hijau, atau rumput laut hijau, ada juga yang menggunakan jeroan/hati ikan laut yang dipotong kecil-kecil. Umpan lumut ijo biasanya dipergunakan saat menggunakan mata pancing garong, umpan hati ikan saat menggunakan pancing engkel (satu mata pancing). Referensi yang bisa digunakan adalah lumut merah, lumut ijo juga, udang kupas, cumi iris, nasi lumat bahkan sampai kue-kue yang terbuat dari terigu.

  • JENIS PELAMPUNG. Pelampung  jika bergetar biasanya sedang dimakan, kadang juga tidak bergetar hanya berputar, kemampuan untuk membedakan getaran pelampun ini membutuhkan ketrampilan tersediri, perlu berlatih tersendiri untuk mancing baronang ini.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...

Cerita Detail Teknik Popping Dari Forum

0
on

Beberapa Faktor Penting Dalam Mancing Teknik Popping.

Ketika kita popping atau ketika explore spot daerah baru, kadang-kadang kita akan menghadapi kondisi alam dan lingkungan yang berbeda. Tentunya ini akan mempengaruhi hasil atau sambaran dari target kita.
Secara garis besar saya kelompokan dalam 3 faktor :

1. FAKTOR LOKASI

Pemilihan lokasi popping adalah faktor yang paling utama.
Untuk GT (Giant Trevally) sering berada di daerah:
- Karang karang dasar , drop off di pinggir pulau atau tanjungan pulau atau di depan muara.
- Dinding pulau yang terjal dan berbatu karang.
- Batu mandi baik yang berada di pesisir pulau dan di tengah lautan.
- Gosong karang di tengah lautan.
- Rig tempat pengeboran minyak.
- Tiang-tiang bekas menara.
- Jermal jermal.
- Ketika burung dan ikan predator lagi feeding frenzy.
- Kapal kapal yang tenggelam/terdampar.
- Di tengah laut (ketika jigging / dasaran)
GT benar-benar menunggu mangsanya di legokan dinding pulau terjal atau tanjungan berkarang dan berarus. Jadi tempat ini adalah strike point untuk pemancing dengan teknik popping. Jangan kaget bila popper baru jatuh sudah diembat sama doi. Tempat seperti inilah yg menjadi titik target lemparan kita pada kesempatan popping berikutnya. (Asumsi arah arus datangnya sama.)
Di pinggir pulau berkarang bisa juga menjadi spot andalan popping. Jenis tempat seperti ini cukup umum kita kunjungi. Apalagi daerah tersebut ada dropoff nya. Namun kadang-kadang daerah ini seperti ini biasanya swell / alunnya cukup tinggi. Jadi perlu extra hati-hati jika popping di daerah pinggir pulau atau dropoffnya. Titik lemparannya akan saya sampaikan dalam pembahasan Faktor Kapal dan Kapten.
Batu mandi.
Batu karang yang menonjol ke atas permukaan dan di siram oleh ombak air laut ini sangat ideal untuk kita jadikan target lemparan popper kita. Bisa berada dipinggir pulau atau di tengah laut. Biasanya di sekeliling batu mandi tersebut terdapat karang di bawahnya.Kalo GTnya ada, biasanya lebih cepat strike jika dibandingkan dengan spot pinggir pulau karena GTnya nggak jauh-jauh amat dari karang batu mandi tersebut. Tapi resiko putus sering terjadi di sini. Popper tersangkut di batu juga sering Hihihihi.
Untuk gosong di tengah laut juga merupakan spot target. Kita bisa popping di daerah dropoff nya atau karang-karang di tengah gosong tersebut. Di Padang sekitar gosong berangkai sampai gosong-gosong setelah Pulau Bando titik lemparan pada dropoff dan karang-karang di tohornya yang berwarna gelap karena yang agak putih atau cerah itu dasarnya pasir.
Rombongan bait fish juga menjadi indikator lemparan popper kita. Di Padang walaupun cuma rombongan ikan pogotz , tapi di bawahnya ada GTnya Om . Ketika angin dan arus kencang, bait fish hilang dan poppingnya dilakukan di tubiran.

Faktor Lokasi Yang Pas Untuk Umpan Popper Anda
Kembali ke topik, berikutnya adalah rig/pengeboran minyak. Di sini popping sedikit unik karena katanya nggak boleh merokok karena takut tabung elpiji 3 kg nya bocor.
Popping di rig yang pernah saya lakukan pada saat malam hari. Lampu penerangan rig membuat baitfish berkumpul dan menjadi target ikan predator. Tidak semua rig bagus untuk kita jadikan spot popping. Rig yg di dekatnya terdapat karang dasar laut cendrung lebih bagus jika dibandingkan dengan rig yang di sekitarnya pasiran .
Waktu terbaik popping di rig pada saat menjelang gelap sampai dengan jam 10 malam dan pada saat subuh. Kadang-kadang bunyi dan cipratan air predator yang sedang menyambar baitfish bisa kita jadikan patokan kapan dan dimana kita harus melempar popper .
Keadaan seperti ini juga sering terjadi pada saat kita jigging atau dasaran di tengah laut. Sama seperti di rig ketika ada bunyi dan cipratan air predator yang sedang menyambar baitfish, popping bisa dicoba (Pak Yanto WS paling demen ni…Hihihi) Popper hologram lebih laris manis daripada GID atau cat gliter biasa pada saat popping malam hari karena GTnya suka dugem .

Ketika jigging atau trolling di siang hari dan kita bertemu dengan ikan yang sedang boiling – feeding frenzy , popping juga efektif dilakukan asalkan teman kita yang trolling nggak cemberut karena acara trolling dihentikan. Bukan nggak mungkin Yellow Fin Tuna, Tenggiri, GT atau kalo lagi apes ya tongkol Hahahaha.
Kalau di tempat boiling popping masih belum strike, berarti salah treble hook. Sebaiknya ganti treble hook ukuran 10/0 untuk sistem ganco badan ikan. Hahahahahha just kidding ya… Jurus ini hanya khusus untuk nelayan Merak.

(Bekas) tiang tiang menara yang dibangun di tengah laut bisa jadi lokasi popping kita. Begitu juga bekas kapal kapal yg terdampar/tenggelam di tanjungan / pinggir pulau . Seperti trip explore Kamikaze ke Belitung berhasil mendapatkan targetnya di spot kapal tenggelam setelah kita melihat di peta GPS ada spot kapal tenggelam.

2. FAKTOR AIR

Air yang kotor.
Air yang kotor seperti kotoran lumut laut (yang suka lengket dimain line saat mancing dasar) dan juga air kotor akibat air sungai yang ke laut melewati muara terutama setelah hujan besar di daratan bisa mengganggu acara popping kita.
Sepertinya pada saat air kotor atau keruh, tidak terdapat banyak bait fish. Makanya GTnya ogah menunggu / bengong terlalu lama di tikungan.
Tapi bukan berarti target sama sekali tidak ada !!! Di air yang keruh saya pernah dapat tenggiri dan GT juga. Setelah saya interogasi , ikan tersebut mengaku hendak bertelur karena saat air keruh predator atau pemangsa telur mereka jarang berada di lokasi tersebut.
Suhu air yang dingin.
Suhu air yang dingin ini bisa secara keseluruhan , bisa juga hanya air di bawah saja sedangkan suhu air permukaan hangat. Berapa derajat? Saya nggak pernah mengukur dengan thermometer, saya ukur dengan kaki saya dicelupin ke laut. Hehehehe
Arus laut.
Pada umumnya semua ikan akan aktif jika ada arus laut. jika arus mati, sebaiknya waktu menunggu datangnya arus, kita gunakan untuk istirahat atau ngotrek buat makan siang atau snorkling.
Tapi kalau arusnya sudah terlalu kencang (udah kayak jeram sungai) popping kurang begitu efektif lagi. Begitu popper jatuh langsung hanyut ke belakang.
Kita juga harus mengetahui tempat-tempat GT biasanya nongkrong kalau arusnya terlalu kencang. Titik – titik di belakang batu atau legokan kecil yang terlindung dari arus yang kencang bisa menjadi tempat GT menunggu bait yang berlindung dari arus kencang.
Arah arus juga menentukan dimana kita harus popping. Ini menurut saya sangat penting kita ketahui. Sebaiknya sebelum memulai memutuskan spot popping , kita harus tau dulu arus dari mana. Yang jelas kalo popping dibelakang arus sangat kurang efektif.
Pasang surut
Di beberapa tempat pasang surut sangat berpengaruh dalam popping dan ada juga yang hanya tergantung pada arus saja.
Popping dipesisir pantai berkarang efektifnya pada saat air mulai surut sampai surut rendah karena target kita sedang menunggu mangsanya kembali ke air dalam. Dan pada saat air surut ini juga ombak alun lebih rendah daripada saat air pasang besar. Dan pada saat air surut ini juga ombak alun lebih rendah daripada saat air pasang besar. Posisi kapal bisa lebih aman mencapai spot-spot di pinggir.
Untuk spot batu mandi, saat air surut juga lebih baik asalkan saat surut air lautnya masih ada air lautnya . Kalo saat surut tinggal batunya – ya gak ada ikannya. Hehehe

3. FAKTOR KAPAL – KAPTEN

Pada saat mengawali acara popping , kita harus mengetahui kondisi arus pada saat itu dan ke depannya. Bisa saja pagi dan sorenya berubah arah dan kekuatannya. Inilah yang akan menentukan rencana kemana sebaiknya spot popping yang akan kita kunjungi.

Setelah sampai di spot popping , kita juga harus mengetahui jika gearbox kapal dalam posisi netral (kapal tidak didorong oleh tenaga mesin) apakah kapal akan bergeser karena arus atau angin ? Jika arah datangnya arus dan angin sama maka haluan kapal harus menghadap angin dan arus agar posisi kapal lebih mudah dikendalian.

Jika kapal menghadap arus tapi angin kencang datang dari samping, ini yang membuat kapten susah memposisikan kapalnya. Kita harus memaklumi peran kapten jika bertemu kondisi tersebut. Begitu juga kalau kita harus melempar popper melawan angin – kita bisa minta kapten untuk maju atau mundur sedikit agar lemparan popper kita bisa sedikit menyamping arah angin – tidak tepat melawan angin (takutnya masuk angin hehehe).
Pada saat popping di karang dangkal pinggir pulau atau di tempat berarus deras – seharusnya mesin kapal selalu dalam kondisi hidup guna memudahkan perpindahan kapal dan berjaga-jaga jika alun / ombak besar datang. Tetapi dibeberapa tempat dimana poppingnya di gosong luas yang aman dari karang dangkal dan alun besar serta arus yang tidak kencang , kapten bisa berhenti di tohor (puncak gosong) kemudian mematikan mesinnya. ( Ini hemat energi. Berarti KEEP GREENnya KamiFC di dengar oleh kaptennya. Hihihii )
Karena kapal dibiarkan drifting maka jangan heran ketika fight dengan ikan besar – drag reel tidak begitu teriak. Kenapa? Karena kapalnya yang ditarik ikan hahahaha.
Pemancing yang berada paling depan haluan (sebut saja namanya pemandu) seharusnya mempunyai tugas untuk membantu kapten. Pemandu harus menginformasikan kepada kapten apakah kapal harus maju untuk geser ke spot berikutnya atau meminta kapten untuk putar balik apabila masih penasaran dengan spot yang dilewatinya. Bisa juga meminta kapten lebih ke pinggir atau geser lebih ke tengah.
Pemandu juga jangan terlalu serius melihat action popper. Di spot yang beralun / ombak, kita harus bantu kapten mengawasi datangnya alun / ombak. Kadang-kadang tanpa kita sadari kapal bisa bergeser terlalu pingir atau masuk ke dalam wilayah ombak / alun. Ini berbahaya. Kalo nggak isi 1 kapal berantakan , bisa juga bikin isi 1 kapal ditumpahin ke laut. Belum lama ini yang dialami teman saya ketika popping di Sibolga dimana mereka harus terdampar dan menginap di pulau tak berpenghuni sampai bantuan datang.
Hati hati popping ditempat yang tenang (yang biasanya berombak) , ombak bisa tiba-tiba datang dan hasilnya…. kapal harus dijadikan motor cross seperti lagunya Iwan Fals : Standing dan terbang ( Kejadian yang dialami si Bani ketika di Karang Raden Sanghyang )
Jika kita mencoba popping di spot baru, usahakanlah popping dimulai dari air dalamnya dulu (drop offnya). Sering kali ikan (besar) berada di dropoff ini. Setelah popping di dropnya , barulah pelan-pelan semakin ke pinggir atau mendekati batu.
Jika mendekati batu , pemandu harus lebih membantu melihat haluan di depan kapalnya. Waspada dan hati hati takut ada batu mandi / karang yang dangkal berbahaya yang tidak diketahui / tidak terlihat oleh kapten. Kadang-kadang walaupun kaptennya orang lokal tapi mereka jarang / tidak pernah main di daerah karang dangkal.
Ketika popping di rig malam hari , sebaiknya kapal dalam keadaan turun jangkar. Usahakan posisi kapal tepat di samping rig agar memberikan tempat yang luas buat yang popping dan safety jika jangkar larat atau lepas.

Membahas saat fight , Kapten sangat berperan membantu pemancing untuk mengalahkan ikan targetnya. Kapten harus tahu kapan dia harus maju atau mundurin kapalnya untuk memberikan posisi yang baik bagi pemancing melawan ikan (Ikan menyerah bukan karena ditarik mesin kapal ya !!! )

Kapten dan angler juga harus tahu apakah angler harus mengalahkankan ikan tersebut dengan posisi main line tegak lurus ke bawah atau main line serong dimana ikan tidak berada persis di bawah kapal. Ini yang sering tidak kita perhatikan. Selain faktor peralatan pendukung lainnya, posisi fight sangat menentukan mampu tidaknya seorang pemancing mengalahkan ikan atau paling tidak efesiensi tenaga ketika fight.

Lihat Video Popping Di SINI KLIK

Sumber : http://www.forumkamifc.com/showthread.php?514-Beberapa-Faktor-Penting-Dalam-Popping

Bagikan ke teman-teman Pemancing...