Permen Perjaka

0
on

Dua orang mahasiswa S2 Tata Boga dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) yaitu Nucky Hanggara, 24, dan Erfin Dwi Priana, 23, berhasil mengolah ikan kakap yang beraroma amis menjadi permen manis. Bahkan, chef Bara Pattiradjawane setelah mencoba hingga empat biji, kemudian memberikan pujian.

Chef Bara adalah salah satu juri dalam lomba Inovasi Pengembangan Produk Perikanan yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan pertengahan Oktober 2011 di Jakarta. Pada kompetisi tersebut, karya Nucky dan Erfin berada di posisi empat.

”Kami menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat permen ini,” jelasnya.
Bahkan, mahasiswa kelahiran Wonogiri, Jateng, ini mengungkapkan bahwa pewarna yang digunakan untuk mempercantik penampilan permen terbuat dari sari buah. ”Jadi benar-benar ditanggung alami,” tambahnya.

Proses Pembuatan Permen Perjaka Dan Kendalanya

Tetapi untuk bahan utama, yaitu ikan kakap, dibeli di supermarket. Karena sulit mencari di warung-warung kampung.

”Saya tiba-tiba kepikiran ingin membuat permen dari ikan kakap,” ujar Nucky.
Ide itu kemudian disampaikan kepada Erfin, mahasiswa asal Madiun. Kebetulan keduanya memiliki kesamaan hobi, yaitu makan. Karena itu mereka memiliki banyak referensi banyak tentang makanan dan bahan dasarnya.

Bahan-bahan yang digunakan adalah wortel, sawi hijau, buah bit, nanas, gelatin sapi, glukosa, gula, kopi, cokelat, dan air. Proses awal dilakukan dengan melembutkan semua bahan sayuran.
”Langkah pertama, wortel, sawi hijau, buat beat, dan nanas kami blender,” jelas Erfin.

Kemudian Jus sayur tadi dicampur gelatin dan diambil sari lembutnya. Setelah itu sari lembut tersebut dituangkan ke dalam satu dandang, dicampur glukosa dan gula, lalu direbus. Sedangkan sisanya dicampur kopi, cokelat,dan air, lalu direbus dengan dandang berbeda.

”Setelah mendidih, semua bahan dari kedua dandang kami campurkan,” tambah Erfin.

Campuran tersebut kemudian dicetak dengan beragam bentuk dan diletakkan di suatu tempat dalam suhu ruangan, menunggu hingga dingin.
”Percobaan tidak sekali jadi,” akunya.

Pada awalnya, juga menggunakan rumput laut. Namun, ternyata bahan ini mempengaruhi keawetan hasil, yaitu hanya bertahan 1–2 minggu. Setelah rumput laut dihilangkan, permen dapat bertahan hingga satu bulan.

Karya dua mahasiswa ini memiliki keunggulan dibandingkan permen lain. ”Baik untuk kesehatan anak, karena bahan-bahannya mengandung protein, serat tinggi, dan kaya vitamin,” katanya.

Selain itu, tambah Erfin, ”Permen kami merupakan produk aman bagi konsumen, termasuk anak-anak.”

 Arti Nama Permen Perjaka dan Rencana Produksi

Permen ikan kakap yang diracik tersebut kemudian diberi nama Perjaka singkatan dari Permen Jelly Rasa Kakap.

Keduanya mengaku memiliki niatan mengembangkan ke pasaran, hanya saja sampai saat ini belum mendapat izin dari Depkes dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

”Kami sempat ditawari beberapa pihak untuk produksi masal,” ucap Erfin.
Nah, ayo semangat ! Semoga Depkes dan BPOM memberikan kemudahan ijin dan dukungan pada produksi permen Perjaka tersebut. (tribunnews)

Bagikan ke teman-teman Pemancing...

Permen Perjaka dari Ikan Kakap

0
on
Permen Perjaka dari Ikan Kakap

“Saat lomba juga seperti itu, juri langsung mengerutkan dahi ketika dijawab permen terbuat dari ikan kakap. Tapi setelah mencoba, empat permen dia makan tanpa henti,” kata Nuky Hanggara. Itulah sebuah pengakuan yang membanggakan kita.

Kita patut berbangga sebagai warga Indonesia. Dan sepatutnya kita juga makin mencintai serta menghargai produk-produk Indonesia. Kini telah hadir sebuah bukti lagi bahwa masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang kreatif dan inovatif.

Telah hadir sebuah permen berbahan Ikan Kakap. Ya, ikan kakap yang telah menjadi konsumsi kita berprotein tinggi. Permen ini disebut permen “Perjaka”.

Permen Perjaka berbahan ikan kakap ini diproduksi pertama kali di Indonesia, bahkan di dunia, oleh Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nuky Hanggara (24) dan Erfin Dwi Priana (23).

Kedua mahasiswa jenius dan kreatif tersebut mengaku tak menyangka permen yang berbahan Ikan Kakap kreasinya meraih juara ke IV saat Lomba Inovasi Pengembangan Produk Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan digelar. kreativitas keduanya saat mengolah bahan-bahan menjadi permen jelly ikan kakap itu menjadi makanan manis dan sehat.

Mereka berdua berterus terang kalau bahan-bahan yang digunakan adalah 100% alami tanpa bahan pengawet. Pewarna yang mereka gunakan terbuat dari sari buah-buahan kemudian dicampurkan dengan ikan kakap yang sudah diolah.

Sedangkan ide pertama membuat permen dari Ikan kakap muncul begitu saja, ketika akan mengikuti lomba. Waktu yang dibutuhkan untuk mencoba-coba juga tak membutuhkan waktu lama. Hanya dengan beberapa kali uji coba, keduanya mampu menghasil diversifikasi makanan berbahan ikan kakap.

Kedua mahasiswa tersebut berniat untuk mengembangkan permen berbahan ikan kakap itu ke pasaran, hanya saja belum bisa sebab sesuatu hal. Dan kini sedang mematangkan rencana untuk menuju produksi massal.

Karena berbahan Ikan kakap, rumput laut, gelatin dari sapi, nanas, perasa alami, dan gula serta air hingga komposisinya mencapai 100%, permen ikan kakap memiliki keunggulan dibandingkan dengan permen yang sering dikonsumsi anak-anak.

“Protein dan serat tinggi ini juga kaya akan vitamin karena menyertakan sayuran dan buah-buahan asli sebagai pilihan rasa seperti sawi, strawberi dan bit, wortel, coklat dan kopi,”katanya.

Menurut mereka juga, permen “perjaka” dari ikan kakap ini mampu awet 1-2 minggu tanpa bahan pengawet. Nah, jadi, segera saja kita dukung produk mereka nanti menjadi produk nasional. Bagi yang mengaku pemancing dan sering menarik mata kail dari mulut ikan kakap, berbanggalah dengan mereka…hehe…

Sumber : Kompas, TribunNews

Bagikan ke teman-teman Pemancing...