Apa Benar Nyai Roro Kidul Penguasa Laut Selatan ?

0
on

Banyak sekali mitos yang menyatakan bahwa Nyai Roro Kidul hidup di laut selatan. Atau entahlah istilahnya. Yang pasti mitos itu sangat besar pengaruhnya di kalangan nelaya

n atau pemancing pinggiran atau pemancing laut lah ya..

Entah iya atau tidak, namanya juga mitos. Kebanyakan nelayan daerah melayu atau juga yang daerah selatan di Indonesia, memberikan beberapa saran yang belum bisa dipertanggunjawabkan kebenarannya.

Yang namanya mitos tetaplah mitos. Untuk masalah Nyai Roro Kidul adalah penguasa laut selatan, serahkan saja semuanya apa adanya. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Tapi tentu saja semua mitos itu diiringi dengan tujuan supaya memancing mendapatkan tarikan yang dahsyat.

Kalo untuk saya pribadi, sebenarnya antara percaya dan nggak, tapi lebih banyak enggaknya, karena kalau dirunut-runut juga namanya memancing lebih ke arah rejeki dan teknik. Beberapa mitos yang beredar –setidaknya setahu saya sih- adalah sebagai berikut :

Larangan 0 : “Salah melangkah”

Hal ini dikaitkan dengan langkah kaki saat keluar dari rumah. Kalo salah melangkah alhasil nggak bakalan dapat ikan. Tapi sampai sekarang saya juga belum tahu “melangkah yang benar itu seperti apa…hehehe… : )

Larangan 1 : “Jangan bawa nasi kalo mancing

Alasannya kalo kita kenyang ikan tak mau makan. Karena menurut orang-orang itu kita pergi memancing untuk mencari makan. Menurut saya ini relatif, kalo nelayan mungkin bisa benar tapi untuk pemancing laut yang suka jigging atau casting atau apalah… niat utamanya pastilah untuk mancing laut bukan untuk cari makan tapi lebih ke hobi.

Larangan 2 : “Jangan melangkahi pancing saat di atas kapal”

Maksudnya saat kawan sedang memancang joran jangan sampai kita melangkahi joran trolling si kawan tersebut, alhasil pasti joran tersebut sepi.

Larangan 3 : “Kalo sekali kena tarikan ikan, terus ikan tersebut lepas sebaiknya pindah posisi” . Pertanyaannya.. bagaimana jika kapal / perahu nelayan tersebut penuh dengan teman kita? Mau Pindah kemana?

Mitos Laut Selatan

Larangan 4 : “Ambil posisi di kapal yang berlawanan dengan jangkar” kalo jangkar di depan ya kita cari posisi dibelakang, kalau jangkar di depan maka kita di belakang. … hehe asyik juga ya mitos ini…

Larangan 5 : “Jangan cari pasangan pemancing yang tidak cocok”

Kata orang kalo mau mancing kita harus nengok kawan se-tim. Menurut mitos tersebut kalo pas mancing bukan dengan pasangan maka dipastikan nggak bakalan dapat ikan. Atau kalau dapat ikan, yah tidak begitu banyak strike.

Larangan 6 : “Kalo pas ikan ramai makan, jangan sampai bandul/pemberat terantuk bodi pancung”

Kalau yang ini masih masuk di logika saya. Mungkin ikan gt atau ikan marlin dengar dari bawah kalo ada suara keras dari atas pancung sehingga dia kasih tahu ke ikan yang lainnya agar jangan dekat2…

Larangan 7 : “Permisi dulu kalau mau mancing”

Ini saran berbau mistis. Kata kawan sih, semua tempat ada penunggunya, baik di darat apalagi di laut. Jadinya harus minta izin agar diberkahi. Yah… repot banget.

Larangan 8 : “jangan menjatuhkan sapu tangan ke laut baik sengaja ataupun tidak sengaja”

Alasannya sapu tangan tadi akan dicuri atau disimpan oleh penunggu laut yaitu Nyai Roro Kidul atau pasukannya, dan suatu saat pasti akan menarik kita alias menenggelamkan kita ke laut tersebut. Nah… ini lagi.

Apapun itu itu, masalah mitos tentang Nyai Roro Kidul ataupun apa sajalah kalau menurut saya tidak perlu dihiraukan terlalu dalam.. sebab, kalau dituruti, maka kita ketinggalan banyak dari pemancing-pemancing barat atau luar negeri sono. Silahkan disikapi tersendiri….

Dirangkum dari berbagai sumber + Logika.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...