Cara Menetaskan Telur Ikan Mas Koki

15
on
Cara Menetaskan Telur Ikan Mas Koki

Membran yang cepat menyerap air dan menjadi bulat berisi akan terdapat pada telur Maskoki yang disuburi. Ketika telur tampak berwarna kuning cerah dan sedikit transparan, telur Maskoki tersebut sedang memasuki tahap perkembangan embrio. Sedangkan telur ikan mas koki yang tidak disuburi akan berwarna butek dan berwarna seperti susu, cenderung tidak akan bisa ditetaskan.

Inkubasi Untuk Telur Ikan Mas

Masa inkubasi yang terlalu lama atau terlalu singkat akan berbahaya bagi calon burayak Maskoki. Masa inkubasi akan berlangsung lebih lama jika temperatur dingin, dan masa inkubasi akan berlangsung lebih singkat jika temperatur hangat.

Sebab hal ini bisa meningkatkan peluang burayak Maskoki untuk menetas dalam keadaan fisik yang cacat atau memiliki daya tahan hidup yang rendah. Dalam masa inkubasi ini, gangguan temperatur yang ekstrim akan mendatangkan bencana bagi telur ikan Mas koki – kebanyakan telur akan rusak dan burayak akan mati. Selain temperatur yang sesuai, oksigen yang terlarut dan tingkat pH yang cocok merupakan faktor lain yang turut mendukung masa inkubasi ini.

Merawat Anakan Ikan Maskoki

Merawat Anakan Ikan Maskoki

Periode inkubasi dan tingkat darurat penetasan diakibatkan oleh luasnya lingkungan hidup ikan mas koki, terutama oleh temperatur lingkungan air. Telur Maskoki bisa menetas temperatur antara 18 sampai 30 derajat Celcius.

Di bawah dari kisaran ini, telur ikan mas koki yang sudah dibuahi dapat menyingkirkan membran dalam waktu 3-4 hari.

Kecermatan Dalam Merawat Telur Ikan Mas Koki

  • Pindahkan telur-telur yang sudah dibuahi ke kolam khusus inkubasi 1-2 hari setelah pemijahan.
  • Pertahankan perubahan siklus temperatur air di kolam ini agar tidak melebihi kisaran 2 derajat Celcius.
  • Pastikan kolam dan air tetap segar dan kaya akan oksigen.
  • Singkirkan hewan atau benda yang dapat mengancam kelangsungan telur-telur di kolam ini.
  • Selama masa inkubasi, pastikan setiap telur terbenam di dalam air.
  • Jangan memindahkan burayak yang baru menetas dari kolam ini, paling tidak 1-2 hari setelah kuning telur habis dimakan dan burayak dapat berenang dengan bebas di kolam.
  • Selama masa inkubasi ini, jangan mengganti air dan jangan mengaduk air; untuk mencegah efek buruk pada telur dan burayak seperti kematian ataupun cacat.

Merawat Anakan Ikan Mas Koki (burayak)

  • Pindahkan burayak dari kolam khusus inkubasi, burayak harus mendapatkan asupan pakan umpan secara bertahap mulai dari endogen sampai eksogen. Jadi ini adalah saat yang penting untuk memberikan pemeliharaan bagi burayak agar tumbuh kuat, mengenalkan burayak pada lingkungan air segar, serta memberikan pakan yang cukup.
  • Pemberian pakan dimulai sejak burayak dipindahkan dari kolam khusus inkubasi. Plankton hasil budidaya ataupun plankton alami adalah makanan pertama yang terbaik bagi burayak.
  • Pakan buatan juga bisa diberikan sebagai pengganti menu utama. Setelah burayak berusia satu minggu, berikan pakan belut sebanyak 6 sampai 7 kali dalam sehari. Pemberian pakan diawali dari tepi kolam hingga ke tengah kolam secara perlahan.
  • Ingat, jangan memberikan pakan secara berlebihan. Selain itu, harap dipahami bahwa pakan pun berpotensi membuat polusi air di samping mendukung kesehatan dan daya hidup burayak.
  • Selama minggu kedua, daphnia (kutu air) bisa diberikan sebagai pakan; 3 sampai 4 kali dalam sehari.
  • Pada minggu ketiga, burayak akan beranjak menjadi besar. Cacing darah cocok sebagai pakannya. Pada masa ini, berikan pakan sebanyak dan secukupnya; sebab inilah fase paling vital dimana burayak berkembang.
  • Kualitas air jangan sampai terabaikan dalam tahap pemeliharaan burayak ini. Pastikan air selalu segar dan sehat.
  • Usahakan untuk mengembangkan jamur pembantu dalam fase ini. Meskipun tidak bisa meningkatkan kualitas air, tapi jamur ini bisa menjadi salah satu pakan alami utama burayak.
  • Di fase burayak yang masih lemah ini, butuh perhatian khusus untuk mengganti air agar tidak menyebabkan perubahan temperatur air yang drastis ataupun arus air yang terlalu deras.
  • Tuangkan air ke dalam kolam secara pelan dan bertahap. Jika memungkinkan, gantilah air setengah kolam saja.
Cara Menetaskan Telur Ikan Mas Koki

Cara Menetaskan Telur Ikan Mas Koki

Menyeleksi Anakan Ikan Mas Koki (burayak)

  • Burayak yang sudah berukuran 1,5 cm sudah bisa memasuki fase penyortiran (pemilihan). Lakukan berikut ini :
  • Setelah beberapa kali mengangkat burayak dengan saringan nilon, jumlah burayak yang tersisa di kolam pasti tinggal sedikit. Angkat sisa burayak yang masih ada di kolam bersama dengan airnya.
  • Angkat sisa burayak ini dengan menggunakan sendok, gayung, mangkuk tembikar atau alat lain yang berbahan plastik. Jangan menggunakan saringan.
  • Pisahkan burayak yang memiliki sirip anal jelek ataupun penampilan fisik yang tidak bagus pertama kali; misalnya burayak yang memiliki ekor tunggal, ekor bercabang, ekor yang kusut, dan tubuh yang bengkok. Pilih burayak yang memiliki penampilan berwarna kehijauan dan calico pada fase ini.
  • Burayak pilihan ini harus dipelihara lagi. Ketika burayak ini sudah sepanjang 2-3 cm, ini adalah fase penyortitan (pemilihan) kedua.
  • Pisahkan burayak yang memiliki bentuh tubuh tidak normal dan yang berwarna pucat (agak putih).
  • Ketika burayak sudah sepanjang 5 cm atau 6 cm, burayak dengan sirip anal tunggal dan tubuh normal yang agak panjang, burayak dengan tulang punggung yang terlihat kokoh dan keras; merupakan calon Maskoki berkualitas. Ambil dan kembangkan burayak ini secara terpisah.

ikan-koki-mutiara-lucu

Nah, anda kini telah siap untuk menetaskan telur ikan mas koki dengan lebih berhati-hati. Silahkan mencoba.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...

Mengenal Penyakit Ikan Mas Koki

3
on
Mengenal Penyakit Ikan Mas Koki

Penyakit Bintik Merah (white spot)

Gejala : pada bagian tubuh (kepala, insang, sirip) tampak bintik-bintik putih, pada infeksi berat terlihat jelas lapisan putih. Ikan jadinya menggosok-gosokkan badannya pada benda yang ada di sekitarnya dan berenang sangat lemah serta sering muncul di permukaan air.

Pengobatan : direndam dalam larutan methylene blue 1% (1 gram dalam 100 cc air). Larutan ini diambil 2-4 cc dicampur 4 liter air selama 24 jam dan direndam dalam garam dapur NaCl selama 10 menit. Untuk dosis 1-3 cc gram/100cc air.

Pencegahan : Berikan garam dapur pada air kolam / akuarium sebulan sekali secukupnya.

Penyakit Bengkak insang dan badan (myxosporesis)

Gejala : tutup insang terbuka oleh bintik kemerahan, bagian punggung terjadi pendarahan.

Pengobatan & Pencegahan : Keringkan kolam secara total, taburkan kapur tohon 200 gram/m2. Biarkan begitu selama 1-2 minggu.

Penyakit Cacing Insang, sirip, kulit (Dactypogyrus dan girodactylogyrus)

Gejala : ikan tampak kurus, sisik kusam, sirip ekor kadang-kadang rontok, ikan menggosok-gosokkan badannya pada benda keras di sekitarnya, terjadi pendarahan dan penebalan pada insang.

Pengobatan & Pengendalian : Rendam dalam larutan formalin 250 gram/m3 selama 15 menit dan direndam dalam Methylene blue 3 gram/m3 selama 24 jam. Serta jangan memasukkan ikan terlalu banyak / berlebihan dlm kolam/akuarium.

Penyakit Kutu ikan (argulosis)

Gejala : benih dan induk menjadi kurus, karena dihisap darahnya. Bagian kulit, sirip dan insang terlihat jelas adanya bercak merah (hemmortage).

Pengobatan : ikan yang terinfeksi direndam dalam garam dapur 20 gram/liter air selama 15 menit dan direndam dalam larutan PK 10 ppm (10 ml/m3) selama 30 menit. Kuras dan keringkan kolam, tangkarkan ikan dalam ember/kolam/akuarium lain utk sementara waktu.

Penyakit Jamur (saprolegniasis)

Gejala : tubuh yang terserang tampak seperti kapas. Telur yang diserang jamur terlihat benang halus spt kapas juga.

Pengobatan : rendam dalam larutan malactile green oxalate (MGO) dosis 3 gram / m3 selama 30 menit; telur yang terserang direndam dalam MGO 2-3 gram/m3 selama 1 jam.

Penyakit Gatal (trichodiniasis)

Gejala : gerakan lamban; suka menggosok-gosokkan tubuh pada sisi kolam atau aquarium.

Pengobatan : rendam dalam wkt 15 menit pada larutan formalin 150 – 200 ppm.

Penyakit Bakteri pseudomonas flurescens

Gejala : pendarahan dan bobok pada kulit : sirip ekor terkikis.

Pengobatan : pemberian pakan pada ikan mas koki yang dicampur oxytetracyline 25-30 mg/kg ikan atau sulafamerazine 200 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut.

Penyakit Bakteri aeromonas punctate

Gejala : warna badan suram, tidak cerah, kulit kesat dan melepuh. Cara bernafas mengap-mengap, perut terlihat besar dari pada biasanya karena kantong empedu menggembung. Ikan ini mengalami pendarahan organ hati dan ginjal.

Pengobatan : penyuntikan chloramphenicol 10-15 mg/kg ikan atau streptomycin 80-100 mg/kg ikan. Pakan dicampur terramicine 50 mg/kg ikan selama 7 hari berturut-turut pada ikan maskoki anda.

NB : nama obat2an yang sulit tersebut bisa dicari di toko kimia sekitar anda.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...