Mancing Ikan Kakap

0
on

Sedikit panduan dalam memancing Ikan kakap:

Lokasi Mancing: Ikan kakap termasuk ikan dasar perairan laut. Ikan ini akan bertempat tinggal dan bersembunyi di karang-karang dan di dasar perairan. Carilah lokasi yang banyak terdapat karang-karangnya. Kebanyakan adalah rumpon-rumpon baik alami atau buatan, serta dekat kapal-kapal yang karam. Sehingga merupakan tempat persembunyian terbaik untuk berbagai jenis ikan.

Umpan : Sebagai ikan dasar, ikan kakap merah memiliki pola hidup paling banyak di dasar laut, dengan makanan pokoknya adalah ikan kecil, udang, cumi kecil dan siput dll yang tentu saja ada di dasar laut. Umpan yang digunakan bisa berupa udang, cumi, gurisi, ikan kembung, tembang dan selar.

Untuk mengecoh ikan tersebut gunakan pula umpan alami seperti makanannya seperti udang dan cumi, bahkan ada juga yang memberi makanan umpan dari ikan kecil yang lain seperti ikan kue, ikan meniran yang di potong-potong kecil. Dengan menggunakan pakan alami dalam keadaan segar kemungkinan besar ikan kakap akan dapat mudah ditangkap.

Peralatan Pancing : Peralatan mancing yang digunakan untuk memancing kakap merah ini adalah peralatan mancing standar kelas ringan. Dengan Joran kelas 4 kg sampai 8 kg, Kenur 8 – 20 lbs, Reel spinning (4000), Mata kail 1-7 tergantung merk, Leader Fluorocarbon , sudah bisa digunakan untuk berburu kakap merah.

Teknik Mancing: yaitu mancing dasar/ jebluk atau teknik lain yang bisa digunakan adalah koncer yaitu mancing dengan menggunakan umpan hidup. Karakteristik ikan kakap merah yang sangat kuat akan menambah sensasi strike saat menaklukannya. Teknik memancing ikan dasar juga harus anda praktekan, gunakan senar yang cukup panjang dengan panjang minimal 30 m-100 m sesuaikan dengan kedalaman laut. Dengan mengetahuinya, maka anda sudah seharusnya mempersiapkan alat pancing tsb saat berbelanja di toko online pancing setempat.

Buatlah cabang dari senar utama sebanyak 3 sampai 4 mata kail dengan pemberat utama yang beratnya cukup sehingga tidak terombang-ambing arus dasar lautan. Dan beri jarak antara dasar pemberat sampai cabang pertama kail sepanjang kurang lebih 1 M sehingga tidak sampai mata kail tersangkut batu karang.

Wawasan Memancing Di Laut

Untuk mencari spot mancing yang tepat dilaut biasanya tergantung ikan target, teknik mancing, kondisi air serta umpan yang kita pakai.

Bagi pemancing yang menargetkan ikan GT (Giant Trevally) dengan teknik popping atau casting biasanya mencari spot disekitar karang yang menyembul dipermukaan dan sekeliling pulau dimana pecahan ombak terbentuk. Ini dikarenakan jenis ikan ini biasanya mencari mangsa ikan-ikan kecil yang banyak bermain di daerah ini.

Pemancing baronang biasanya memancing baronang pada spot yang ada karangnya dan banyak terdapat kerang serta lumut. Lokasi ideal biasanya di dermaga, dan sekitarnya.

Sementara bagi pemancing dasaran dan jigging biasanya mencari lokasi laut yang dasarnya berkarang, drop off, serta tubiran gosong dll. Selain itu mereka juga biasa mencari spot rumpon. Para pemancing teknik ini mengandalkan alat GPS untuk mengingat koordinat spot rumpon, karang atau tubiran yang mereka pernah explore dan mengintip bebatuan dasar laut dengan fishfinder. Dengan alat GPS yang mumpuni akan menemukan daerah ini seperti GT, kakap, kerapu dan lain-lain.

Selain itu spot mancing ikan kakap ditengah laut bisa diliat dari tanda-tanda alam seperti banyaknya burung beterbangan dipermukaan laut, pertanda banyak ikan-ikan kecil sedang bergerombol disana yang merupakan mangsa ikan-ikan predator. Selain itu batang pohon yang terapung-apung di tengah laut juga biasanya dimanfaatkan ikan-ikan predator besar untuk memburu ikan-ikan kecil.

Pemancing Cumi. Beberapa sumber mengatakan bahwa spot yang baik untuk memancing cumi adalah lokasi dengan dasar laut yang memiliki gugusan rumput laut atau karang yang merupakan tempat ideal bagi cumi berlindung dan mencari mangsa.

Kondisi air laut harus berwarna cerah/bening, ada sedikit angin (angin darat bukan angin laut) dan kedalaman laut berkisar antara 2-6 meter. Jika mancing di atas dermaga, perhatikan bekas tinta (dari cumi) di lantai dermaga. Bekas tinta ini menunjukkan bahwa anda telah menemukan lokasi yang tepat untuk mancing cumi.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...

Permen Perjaka

0
on

Dua orang mahasiswa S2 Tata Boga dari UNY (Universitas Negeri Yogyakarta) yaitu Nucky Hanggara, 24, dan Erfin Dwi Priana, 23, berhasil mengolah ikan kakap yang beraroma amis menjadi permen manis. Bahkan, chef Bara Pattiradjawane setelah mencoba hingga empat biji, kemudian memberikan pujian.

Chef Bara adalah salah satu juri dalam lomba Inovasi Pengembangan Produk Perikanan yang diselenggarakan Kementerian Kelautan dan Perikanan pertengahan Oktober 2011 di Jakarta. Pada kompetisi tersebut, karya Nucky dan Erfin berada di posisi empat.

”Kami menggunakan bahan-bahan alami untuk membuat permen ini,” jelasnya.
Bahkan, mahasiswa kelahiran Wonogiri, Jateng, ini mengungkapkan bahwa pewarna yang digunakan untuk mempercantik penampilan permen terbuat dari sari buah. ”Jadi benar-benar ditanggung alami,” tambahnya.

Proses Pembuatan Permen Perjaka Dan Kendalanya

Tetapi untuk bahan utama, yaitu ikan kakap, dibeli di supermarket. Karena sulit mencari di warung-warung kampung.

”Saya tiba-tiba kepikiran ingin membuat permen dari ikan kakap,” ujar Nucky.
Ide itu kemudian disampaikan kepada Erfin, mahasiswa asal Madiun. Kebetulan keduanya memiliki kesamaan hobi, yaitu makan. Karena itu mereka memiliki banyak referensi banyak tentang makanan dan bahan dasarnya.

Bahan-bahan yang digunakan adalah wortel, sawi hijau, buah bit, nanas, gelatin sapi, glukosa, gula, kopi, cokelat, dan air. Proses awal dilakukan dengan melembutkan semua bahan sayuran.
”Langkah pertama, wortel, sawi hijau, buat beat, dan nanas kami blender,” jelas Erfin.

Kemudian Jus sayur tadi dicampur gelatin dan diambil sari lembutnya. Setelah itu sari lembut tersebut dituangkan ke dalam satu dandang, dicampur glukosa dan gula, lalu direbus. Sedangkan sisanya dicampur kopi, cokelat,dan air, lalu direbus casino real money dengan dandang berbeda.

”Setelah mendidih, semua bahan dari kedua dandang kami campurkan,” tambah Erfin.

Campuran tersebut kemudian dicetak dengan beragam bentuk dan diletakkan di suatu tempat dalam suhu ruangan, menunggu hingga dingin.
”Percobaan tidak sekali jadi,” akunya.

Pada awalnya, juga menggunakan rumput laut. Namun, ternyata bahan ini mempengaruhi keawetan hasil, yaitu hanya bertahan 1–2 minggu. Setelah rumput laut dihilangkan, permen dapat bertahan hingga satu bulan.

Karya dua mahasiswa ini memiliki keunggulan dibandingkan permen lain. ”Baik untuk kesehatan anak, karena bahan-bahannya mengandung protein, serat tinggi, dan kaya vitamin,” katanya.

Selain itu, tambah Erfin, ”Permen kami merupakan produk aman bagi konsumen, termasuk anak-anak.”

 Arti Nama Permen Perjaka dan Rencana Produksi

Permen ikan kakap yang diracik tersebut kemudian diberi nama Perjaka singkatan dari Permen Jelly Rasa Kakap.

Keduanya mengaku memiliki niatan mengembangkan ke pasaran, hanya saja sampai saat ini belum mendapat izin dari Depkes dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan).

”Kami sempat ditawari beberapa pihak untuk produksi masal,” ucap Erfin.
Nah, ayo semangat ! Semoga Depkes dan BPOM memberikan kemudahan ijin dan dukungan pada produksi permen Perjaka tersebut. (tribunnews)

Bagikan ke teman-teman Pemancing...