Kepanikan Facebook Akan Instagram

0
on

buy viagra in canada12/04/instagram1.bmp” alt=”instagram” width=”150″ height=”150″ />Nilai pembelian Instagram oleh Facebook yang sangat fantastis, Rp 9 triliun, menimbulkan banyak pertanyaan. Salah satunya adalah untuk apa Facebook membeli Instagram. Sejak dirilis Januari 2011, Instagram yang awalnya hanya tersedia untuk platform iOS, iPhone, telah berhasil menarik minat sekitar 50 juta pengguna.

Jumlah pengguna terus berlipat sejak Instagram juga tersedia untuk platform Android minggu lalu dengan pertambahan pengguna mencapai 1 juta pengguna setiap 24 jam. Instagram adalah aplikasi untuk mengedit foto dengan beragam pilihan filter dan efek kemudian hasilnya dibagikan dalam jejaring sosial sangat populer di kalangan pengguna smartphone saat ini.

Penyebab2 FACEBOOK Ngiler ngeliat Instagram :

1. User

Instagram saat ini telah memiliki lebih dari 30 juta pengguna dan bertambah terus sejak versi untuk Android dirilis. Meski sudah memiliki 850 juta pengguna, Facebook tetap melihat Instagram sangat berpotensi menambah jumlah pengguna Facebook.

2. Mobile

Alasan nomor dua ini bisa jadi adalah alasan utama Facebook membeli Instagram. Meski hanya berkutat di mobile, pengguna Instagram bisa disebut sangat banyak.

Facebook pun sebenarnya memiliki basis pengguna mobile yang sangat besar. Tapi ada satu yang tak dimiliki oleh Facebook, yaitu kemudahan meng-upload foto atau mobile uploading.

Di Instagram, orang bisa dengan sangat gampang, hanya 6 langkah, untuk meng-upload sebuah foto beserta filter-filternya. Bandingkan dengan di Facebook yang perlu 10 langkah untuk meng-upload foto, itu tanpa ada langkah penambahan filter dan editing di foto.

3. Bersaing dengan Google dan Twitter

Alasan lain yang membuat Facebook mengakuisisi Instagram adalah demi mendahului gerak dua pesaingnya, yaitu Google dan Twitter. Twitter adalah pesaing kuat Facebook di bisnis jejaring sosial. Meski hanya mengandalkan teks, Twitter memiliki basis pengguna yang sangat kuat.

Sedangkan Google, meski belum bertaring dengan Google+, tetap dipandang Facebook sebagai pesaing utama karena produk-produk hebat lainnya, seperti mesin pencari, Gmail, YouTube, dan lainnya.

Google yang memiliki dana yang tak terbatas disebut tertarik membeli Instagram. Inilah yang membuat Facebook buru-buru mengambilalih Instagram.

4. Data

Instagram telah memiliki 30 juta pengguna yang telah meng-upload lebih dari 100 juta foto yang berisi data geotagging dan bisa juga data personal. Inilah sepertinya yang juga diincar oleh Facebook. Facebook memang memerlukan data tersebut untuk berbagai keperluan, salah satunya untuk kepentingan pengiklan.

Instagram Di App Store Yang Meroket Bikin Ngiler…

instagramAkuisisi oleh Facebook membuat Instagram meroket ke posisi puncak di App Store. Ini pertama kalinya aplikasi berbagi foto tersebut merajai katalog aplikasi Apple.

Bukan hanya memegang posisi nomor satu dalam daftar 25 aplikasi teratas iPhone, tapi Instagram juga memiliki penilaian lima bintang atau setara dengan 74.833 tinjauan individu. Itu berarti, sebagian besar pengguna yang telah memeriksa aplikasi telah memberikan lima penilaian tertinggi untuk Instagram.

Tak mau begitu saja meninggalkan momen sejarah ini, Instagram menyampaikan keberhasilannya lewat akun Twitter. “Instagram nomor #1 di App Store untuk pertama kalinya. Terimakasih untuk semua orang,” kicau @Instagram, seperti dikutip dari Mashable, Kamis (12/4/2012).

Pujian pun mengalir untuk Instagram dari para penggunanya seperti “aplikasi terbaik yang pernah ada”, “aku menggunakannya setiap hari!” dan “terlalu baik” yang merupakan kutipan khas dari review tentang aplikasi ini. Bukan hanya pujian yang mengalir, beberapa peringatan pun turut disampaikan terkait kesepakatan akuisisi antara Facebook dan Instagram.

Diantaranya ada yang mengatakan, “Facebook menjaga foto pribadi saya. Jika Facebook melakukan perubahan di Instagram, maka saya akan menghapus akun saya” dan “Lebih baik tidak mengacaukan Instagram, seperti yang dilakukan ke Facebook dengan timeline-nya.

Para Karyawan Instagram | Pemuda Jutawan

instagram-kevin-systrom

Aksi akuisisi Instagram oleh Facebook membuat layanan berbagi foto kian populer. Orang-orang di dalamnya, terutama sang CEO Kevin Systrom pun menjadi sorotan.

Akuisisi ini tak hanya membuat Systrom mendadak super kaya. Sejumlah karyawannya pun ikut kecipratan jadi jutawan. Para jutawan baru ini rata-rata berusia 20 tahunan dan berasal dari berbagai negara untuk bekerja di kantor kecil yang bermarkas di San Francisco, Amerika Serikat.

Lebih menarik lagi, rata-rata mereka terhitung baru bergabung dengan Instagram dan langsung menjadi bagian dari sejarah layanan berbagi foto tersebut. Berikut enam orang di antaranya yang ikut mencicipi manisnya akuisisi.

Maykel Loomans

instagram-maykel-loomans

Maykel Loomans telah lama mengasah kemampuannya sebagai software desainer selama di Belanda. Tidak bekerja tetap pada sebuah perusahaan, melainkan sebagai pekerja lepas alias freelancer. Sampai akhirnya dia diterima bekerja di Instagram pada 22 Maret. Pria yang gemar bersepeda ini tercatat baru bekerja kurang dari tiga pekan sebelum akuisisi.

Bailey Richardson

instagram-bailey-richardson

Bailey Richardson bergabung dengan Instagram Maret silam. Lulusan Stanford University berusia 25 tahun ini sebelumnya bekerja di Museum of Modern Art di San Francisco dan pernah menjadi marketing manager di galeri seni online Ugallery.com.

Ryan Goomba

instagram-ryan-goomba

instagram-ryan-goomba

Sama seperti Ricahrdson dan Loomans, Goomba pun baru bergabung dengan Instagram bulan lalu. Pemuda berusia 20 tahun yang hobi mendaki gunung ini belum menyelesaikan studi ilmu komputernya di Georgia Tech ketika Instagram merekrutnya.

Tim Van Damme

instagram-tim-vandamme

instagram-tim-vandamme

Kelahiran Belgia ini sangat memperhatikan detail efek visual. Bergabung di Instagram sejak Januari, ayah satu anak ini diberi tanggung jawab sebagai desainer. Van Damme sebelumnya menjadi pekerja lepas dan pernah bekerja di layanan geolokasi Gowalla. Van Damme sangat menyukai Instagram dan sangat bersemangat bekerja di sana.

“Ketika saya berpikir Gowalla segera berakhir, saya lihat home screen iPhone dan bertanya pada diri sendiri, aplikasi apa yang paling saya suka, dipakai setiap hari dan saya ingin menjadi bagian dari aplikasi itu. Maka saya pun mengontak Kevin Systrom,” ujarnya.

Dan Toffey

instagram-dan-toffey

instagram-dan-toffey

Sebelum bekerja di Instagram sejak 15 Maret lalu, Dan Toffey adalah manager komunikasi di Commodities Futures Trading Commission AS dan bekerja sebagai sebagai koordinator media bagi Senator Mary Landrieu.

Pria 27 tahun yang rajin mengikuti perkembangan politik ini merupakan lulusan Reed College jurusan ilmu politik. Slogannya di halaman profil Google+ menampakkan idealismenya ‘learning something new every second’.

Philip Mcallister

instagram-philip-mcallister

instagram-philip-mcallister

Philip Mcallister adalah lulusan ilmu komputer University of Tulsa. Sebelum diminta bekerja di Instagram, Mcallister bekerja di Washington di Naval Research Laboratory. Di usia yang cukup belia, dia pun pernah menjabat sebagai direktur divisi mobile Gowalla.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...