Pengertian Umpan Buatan : popper, lure, plug, minnow.

1
on
Pengertian Umpan Buatan : popper, lure, plug, minnow.

Popper

Aksi lure popper yang menyerupai ikan yang sedang sekarat menjadikan cirinya yang mampu mengundang perhatian ikan besar atau sedang untuk menyambar popper. Kail pada popper biasanya di pasang di bagian tengah maupun ekor dengan menggunakan treble hook.
Popper lure adalah umpan buatan yang terbuat dari bahan dasar fiber atau kayu yang umumnya memiliki bentuk dan tipe dengan yang beragam. Ciri utama bagian mulutnya yang lebar dengan cekungan ke dalam. Kondisi mulut popper seperti inilah yang kemudian dapat menimbulkan aksi berupa percikan air khas digunakan dengan cara disentak-sentakan di permukaan air.

Lure

Penyebutan istilah lure di kalangan mancing mania juga terjadi salah kaprah yaitu banyak orang yang menyebut lure dengan konahead. Padahal konahead adalah merek alat pancing.
Lure juga umpan buatan yang bentuknya menyerupai kepala cumi-cumi yang dipadu dengan rumbai-rumbai (skrit) sehingga ketika ditarik atau berjalan menyerupai cumi yang hidup. Bahkan biasanya kepala cumi buatan itu dari resin maupun campuran tertentu. Dibagian tengah biasanya ada lubangnya sebagai tempat leader dan kail.Umpan lure biasanya digunakan untuk mancing trolling.

Plug

Aksi umpan plug itu ketika digunakan menyelam dibawah permukaan air dengan aksi meliak-liuk. Kail Biasanya ditengah atau di belakang dengan kail treble. Biasanya plug digunakan untuk mancing dengan cara casting baik di sungai, danau maupun di waduk-waduk.
Plug juga merupakan umpan buatan yang bahannya bisa terbuat dari kayu maupun plastik. Plug merupakan istilah lain daripada minnow namun ukuran plug biasanya lebih kecil. Dibagian muka terdapat bibir seperti minnow yang berfungsi sebagai pengikat leader maupun wire.

Minnow

Banyak mania mancing yang salah kaprah menamai minnow dengan sebutan nama Rapala, padahal Rapala adalah merk Minnow. Salah kaprah ini persis seperti orang jawa dahulu yang menyebut Sepeda motor dengan sebutan Honda.
Minnow bentuknya menyerupai ikan. Pada bagian mulut ikan dibuat semacam lidah yang menjulur yang terbuat dari plat besi, biasa disebut lips atau bibir.
Dalam bibir juga terdapat kolongan sebagai tempat lider mono maupun karat (wire). Aksi minnow tergantung dibibirnya dan biasanya menyelam dengan gerakan meliak-liuk seperti ikan berenang. Penempatan kail pancing biasanya di perut dan di ekor dengan menggunakan treble hook. Mania mancing memakai minnow biasanya untuk memancing trolling maupun casting.

Penyettingan atau Install Popper

Maksud di sini Install popper adalah mengukur tingkat kestabilan dari popper, dengan cara memasukkan / menjatuhkan popper kedalam air laut yang ada di dalam suatu wadah. Sebagai langkah awal sebelum melakukan setting pada popper, sebaiknya sediakanlah air laut secukupnya dan tampung dalam wadah berupa ember atau yang lainnya sesuai dengan panjang popper.
Selanjutnya pastikan kedudukan popper dalam kondisi normal (layak pakai) dengan posisi tegak lurus sebatas leher popper, namun bila kondisi popper seperti terlihat miring/nungging, berarti popper tidak normal dan harus dilakukan penyetelan ulang, dengan cara sebagai berikut:

Mengganti ukuran mata kail

Jika didapati stabilizer kurang beratnya, gunakanlah mata kail cabang tiga yang lebih besar ukurannya misalnya : bila semula menggunkan ukuran 03, cobalah ganti dengan nomor 05. begitu sebaliknya jika stabilizer terlalu berat, gantilah mata kail yang berukuran lebih kecil misalnya: semula ukuran 05, cobalah ganti dengan ukuran nomor 04.

Mengurangi mata kail

Jika stabilizer terlalu berat, lepaskanlah kail yang berada dibagian dada/badan, gunakanlah hanya satu kail di bagian ekor saja. Khusus untuk popper type pensil, aksi yang baik adalah: pada saat popper ditarik dengan cepat posisi mulut popper kadang terangkat dari permukaan air, sedang bagian badannya berada dibawah permukaan.
Karena itu percikan yang timbul saat popper menabrak jauh lebih kecil dibandingkan dengan type chuger. Sedang yang harus diperhatikan pada popper jenis pensil ialah, jika stabilizernya terlalu berat posisi mulut akan selalu dibawah permukaan air, namun jika terlalu ringan maka badan popper akan terangkat hingga ke permukaan.

Mengurangi / menambah berat popper type Chuger.

Apabila posisi kepala atau mulut popper berada di permukaan air (tenggelam) seperti pada gambar 2, penyetelan dilakukan dengan mengurangi atau menambah pemberat (stabilizer) dengan cara : potonglah kawat yang terdapat dibagian ekor, lalu keluarkan timahnya dan kurangi atau tambahkan beratnya. Bila telah usai rangkai kembali dengan menggunakan kawat stainless stell 1,4 mm.
Banyak kekreatifan untuk mengolah atau membuat umpan pancing seperti popper, minnow, lure hingga plug, tetapi yang lebih berharga adalah bila saling berbagi informasi agar semua pemancing mengetahuinya….

Bagikan ke teman-teman Pemancing...

Apa Benar Nyai Roro Kidul Penguasa Laut Selatan ?

0
on
Apa Benar Nyai Roro Kidul Penguasa Laut Selatan ?

Banyak sekali mitos yang menyatakan bahwa Nyai Roro Kidul hidup di laut selatan. Atau entahlah istilahnya. Yang pasti mitos itu sangat besar pengaruhnya di kalangan nelayan atau pemancing pinggiran atau pemancing laut lah ya..

Entah iya atau tidak, namanya juga mitos. Kebanyakan nelayan daerah melayu atau juga yang daerah selatan di Indonesia, memberikan beberapa saran yang belum bisa dipertanggunjawabkan kebenarannya.

Yang namanya mitos tetaplah mitos. Untuk masalah Nyai Roro Kidul adalah penguasa laut selatan, serahkan saja semuanya apa adanya. Yang penting adalah bagaimana kita menyikapinya. Tapi tentu saja semua mitos itu diiringi dengan tujuan supaya memancing mendapatkan tarikan yang dahsyat.

Kalo untuk saya pribadi, sebenarnya antara percaya dan nggak, tapi lebih banyak enggaknya, karena kalau dirunut-runut juga namanya memancing lebih ke arah rejeki dan teknik. Beberapa mitos yang beredar –setidaknya setahu saya sih- adalah sebagai berikut :

Larangan 0 : “Salah melangkah”

Hal ini dikaitkan dengan langkah kaki saat keluar dari rumah. Kalo salah melangkah alhasil nggak bakalan dapat ikan. Tapi sampai sekarang saya juga belum tahu “melangkah yang benar itu seperti apa…hehehe… : )

Larangan 1 : “Jangan bawa nasi kalo mancing”

Alasannya kalo kita kenyang ikan tak mau makan. Karena menurut orang-orang itu kita pergi memancing untuk mencari makan. Menurut saya ini relatif, kalo nelayan mungkin bisa benar tapi untuk pemancing laut yang suka jigging atau casting atau apalah… niat utamanya pastilah untuk mancing laut bukan untuk cari makan tapi lebih ke hobi.

Larangan 2 : “Jangan melangkahi pancing saat di atas kapal”

Maksudnya saat kawan sedang memancang joran jangan sampai kita melangkahi joran trolling si kawan tersebut, alhasil pasti joran tersebut sepi.

Larangan 3 : “Kalo sekali kena tarikan ikan, terus ikan tersebut lepas sebaiknya pindah posisi” . Pertanyaannya.. bagaimana jika kapal / perahu nelayan tersebut penuh dengan teman kita? Mau Pindah kemana?

Larangan 4 : “Ambil posisi di kapal yang berlawanan dengan jangkar” kalo jangkar di depan ya kita cari posisi dibelakang, kalau jangkar di depan maka kita di belakang. … hehe asyik juga ya mitos ini…

Larangan 5 : “Jangan cari pasangan pemancing yang tidak cocok”

Kata orang kalo mau mancing kita harus nengok kawan se-tim. Menurut mitos tersebut kalo pas mancing bukan dengan pasangan maka dipastikan nggak bakalan dapat ikan. Atau kalau dapat ikan, yah tidak begitu banyak strike.

Larangan 6 : “Kalo pas ikan ramai makan, jangan sampai bandul/pemberat terantuk bodi pancung”

Kalau yang ini masih masuk di logika saya. Mungkin ikan gt atau ikan marlin dengar dari bawah kalo ada suara keras dari atas pancung sehingga dia kasih tahu ke ikan yang lainnya agar jangan dekat2…

Larangan 7 : “Permisi dulu kalau mau mancing”

Ini saran berbau mistis. Kata kawan sih, semua tempat ada penunggunya, baik di darat apalagi di laut. Jadinya harus minta izin agar diberkahi. Yah… repot banget.

Larangan 8 : “jangan menjatuhkan sapu tangan ke laut baik sengaja ataupun tidak sengaja”

Alasannya sapu tangan tadi akan dicuri atau disimpan oleh penunggu laut yaitu Nyai Roro Kidul atau pasukannya, dan suatu saat pasti akan menarik kita alias menenggelamkan kita ke laut tersebut. Nah… ini lagi.

Apapun itu itu, masalah mitos tentang Nyai Roro Kidul ataupun apa sajalah kalau menurut saya tidak perlu dihiraukan terlalu dalam.. sebab, kalau dituruti, maka kita ketinggalan banyak dari pemancing-pemancing barat atau luar negeri sono. Silahkan disikapi tersendiri….

Dirangkum dari berbagai sumber + Logika.

Bagikan ke teman-teman Pemancing...